Coordinamento Comunale 078952151 - amalduca@comune.olbia.ot.it  -  cfancello@comune.olbia.ot.it  
1bb80b6a198bca2568965fc3290893dd.jpg
Lolosnya COVID-19 ke Indonesia  

Lolosnya COVID-19 ke Indonesia

Virus corona atau COVID-19 penyebarannya semakin meluas diseluruh dunia, update tumpuan virus corona tersebut sendiri sudah menyerap hingga ke Indonesia. Maklumat masuknya virus corona ke Indonesia disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada dua Maret 2020 setelah dua orang kelompok Depok positif terinfeksi virus tersebut sehabis melakukan kontak secara warga negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia.

 

Virus corona sendiri merupakan macam virus baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada wong. Virus ini termasuk jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi pada hewan serta juga manusia. Pada manusia virus corona dapat menyebabkan sengketa pernafasan seperti flu hingga penyakit yang cukup serius seperti MERS, SARS, radang paru-paru bahkan dapat menerbitkan kematian.

 

Jika dilihat dari dampak yang dikarenakan oleh virus corona tersebut bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh. Update tumpuan virus corona yang meninggal di seluruh dunia akibat COVID-19 hingga saat ini mencapai 4009 orang. Sultranow ini diperlukan pengenalan tanda yang disebabkan infeksi virus corona serupa informasi serta supaya dapat menekan total kematian akibat terjangkit virus tersebut.

 

Dengan umum gejala yang nampak saat terinfeksi virus corona berona demam tinggi pada atas 38 derajat celcius disertai flu, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. Gejala-gejala yang timbul tergolong ringan dan terbit secara bertahap. Tetapi ada beberapa skandal orang yang terinfeksi virus corona bukan menunjukkan gejala segala sesuatu pun.

 

Orang yang terinfeksi virus corona mempunyai gejala yang mirip dengan orang2 yang terserang influenza, seperti demam, flu, dan batuk. Kemiripan tersebut membuat persepsi menjadi cukup sulit sehingga diperlukan investigasi laboratorium untuk mengasi seseorang telah terinfeksi virus corona. Untuk itu WHO menganjurkan setiap orang yang mengalami gejala seperti untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan, dan mewujudkan informasi riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir.

 

Waktu pengeraman merupakan waktu yang dibutuhkan sejak saat tertular hingga terbit gejala terinfeksi virus. Masa inkubasi untuk COVID-19 ini berdasar pada kasus yang telah tidak sedikit dijumpai diperkirakan lebih kurang 21 hari. Akan tetapi jika merujuk skandal corona sebelumnya ialah SARS dan MERS waktu inkubasi virus corona tersebut sekitar 14 hari.

 

Pondok dan riwayat tempat yang pernah dikunjungi akan menentukan resiko terinfeksi COVID-19, sehingga setiap orang menyandang resiko yang tergantung faktor wilayah. Untuk saat ini sekitar 95% kasus COVID-19 tercipta di negara asalnya yaitu Cina, tepatnya di Provinsi Hubei yang memiliki level penyebaran infeksi yang paling tinggi.

 

Penularan COVID-19 terjadi dari manusia ke manusia dengan perantara cairan dari hidung dan mulut yang menyebar ketika penderita COVID-19 batuk atau bersin serta dengan perantara benda lain yang terkena droplet ini. Sehingga dibutuhkan kesiapan dan tindak pencegahan salah satunya mengenali tanda yang terjadi hukuman terinfeksi COVID-19 oleh karena itu menghindari kesalahan yang fatal. Bagi Dikau yang ingin jadi update korban virus korona dapat menyidik halaman web yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan.