Coordinamento Comunale 078952151 - amalduca@comune.olbia.ot.it  -  cfancello@comune.olbia.ot.it  
1bb80b6a198bca2568965fc3290893dd.jpg
Perumahan Subsidi Terputus Karena FLPP Habis  

Perumahan Subsidi Terputus Karena FLPP Habis

Dari tahun ke tahun kuota Saluran Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan tambah menipis. Dan penyebarannya di seluruh Indonesia pun akan semakin utama. Delta Property ini tentunya akan mengakibatkan penyusunan atau pengembangan perumahan bersubsidi dan sepatutnya estate yang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah pun terpaksa mesti di hentikan sama sebagian pengembang.

 

Habisnya kuota FLPP itu pun akan membuat para pengembang akan merasa semakin tertekan dan terpojokkan terlintas penurunan citranya terhadap publik, tidak terkecuali PT. Riscon Reality dan Delta Group Property. Saat ini getah perca pembeli juga telah mulai meragukan ketulusan dan kapasitas dari para pengembang perumahan tersebut karena rumah - rumah yang akan dibeli gak juga bisa dalam jual belikan.

 

Pikir Gena Bijaksana yang merupakan kepala marketing dari dan dagang development dari PT. Riscon Reality, sekarang telah ada kaum proyek pengembangan perumahan bersubsidi dan sawab estate yang mulai terhambat di kaum daerah, seperti dalam Serang, Bogor, serta Palembang. Bahkan untuk yang berada di daerah Palembang sudah berhenti sama sekali. Dari segi beliau juga, kelanjutan dari kurangnya bagian FLPP akan menyampaikan suatu tekanan beruntung pada bursa penjualan properti, terutama tatkala pasar sedang tidak membaik seperti yang terjadi pada saat ini.

 

Jika nantinya hingga akhir tahun ini FLPP masih tidak ditambah lagi, bisnis kekayaan eigendom real estate ini akan terus lari, akan tetapi harus mengheningkan kembali strategi lain untuk terus menumbuhkan penjualan agar pengembangan perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan ringan bisa terus berjalan seperti apa yang diharapkan sebelumnya. Terhentinya pembangunan oleh kurang lebih pengembang bisnis properti tidak hanya berasa oleh Riscon Realty, namun pengembang Delta Group juga terpaksa memberhentikan pembangunan perumahan murahan di wilayah Bogor meskipun terdapat beberapa rumah yang telah selesai dibangun.

 

Graha murah yang telah jadi dibangun untuk pembiayaan dengan skema FLPP tidak dapat begitu saja digeser pembiayaannya lewat skema lain. Ada beberapa aturan yang berbeda dan menyenggol jumlah cicilan yang mungkin saja sebagai lebih tinggi atas sebelumnya dan akhirnya sangat memberatkan konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Jika nantinya hal ini betul terjadi, maka hendak ada banyak sekali calon pembeli yang akan membatalkan transaksinya, karena mungkin mereka mampunya membayar dengan peraturan yang ada dalam skema FLPP.

 

Satu diantara strategi marketing yang akan digunakan Delta Group Property yakni dengan menggeser sinopsis pembiayaan untuk rumah bersubsidi yang tadinya beserta FLPP, nantinya akan menggunakan skema pembiayaan lain seperti pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BPPBT). Mungkin sedang sekian informasi yang bisa kami sampaikan terkait pengembangan graha murah yang saat ini sedang mengalami pasang surut. Kami bertafakur semua keadaan ini dapat segera sehat dan kedepannya hendak ada lebih banyak wisma murah yang bisa dibangun.