Coordinamento Comunale 078952151 - amalduca@comune.olbia.ot.it  -  cfancello@comune.olbia.ot.it  
1bb80b6a198bca2568965fc3290893dd.jpg
5 Tips Aman bagi Traveler Sebelum Naik Kapal Laut  

5 Tips Aman bagi Traveler Sebelum Naik Kapal Laut

Tragedi kecelakaan transportasi perairan menyerbu dua barisan kapal belakangan ini. Dua pekan dan kemudian, KM Ramos Rosma Marisi tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. jadwal Pelni baru-baru ini terjadi sedang kecelakaan yang menimpa KM Lestari Tumbuh di perairan Selayar.

 

Kerugian kapal laut tersebut tak pelak menyebabkan kecemasan hisab sebagian traveler yang hendak menumpang bahtera. Namun tak perlu rambang berlebihan. Sebab, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menyisihkan diri mulai kecelakaan kelanjutan human error.

 

Pengamat transportasi maritim daripada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, saat dihubungi Tempo di Rabu, 4 Juli, menyebarkan setidaknya karet pelancong puguh memperhatikan lima tip berikut ini.

 

1. Tanggap terhadap penetapan kapalPelancong disarankan melihat-lihat lebih lepas kondisi kulit sebelum menggelinding. "Pertama, jika kondisinya maksimum dengan kurang lebih, penumpang, dan kendaraan, maka tanyakan lawan petugas apakah kapal luar biasa aman, " tutur Saut. Bila kapal terasa oleng saat sedang menepi di dermaga, sebaiknya penumpang memilih tidak turun kapal ini. "Pastikan miring bukan olehkarena itu gelombang, tetapi karena pikulan, " katanya.

 

2. Menghalalkan ketersediaan pelampungBila pemastian kapal dipastikan aman & stabil, traveler sebaiknya mengidentifikasi letak baju pelampung. "Tanyakan kepada jasmani kapal tempat baju pelampung, " ujar Saut. Sebaiknya traveler kian dulu memastikan apakah jumlahnya itu setara dengan jumlah penumpang ataupun tidak. Nominal pelampung mesti sesuai beserta standar Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Samudra atau SOLAS.

 

Warga membantu evakuasi makanan yang selamat saat KM Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal meningkat dari Pesanggrahan Bira, Bulukumba, menuju Kabupaten Kepulauan Selayar.

 

3. Mengasese ketersediaan bidukSelain pelampung, ketersediaan sampan perlu dipastikan keberadaannya. Sampan idealnya dipasang di 2 sisi sisi. Sekoci mesti mampu menyekat 100 premi penumpang. Kapal yang mengasi standar pun harus memiliki life-raft ataupun kapal kecil untuk tubuh kapal beserta kapasitas 25-30 persen dari jumlah penumpang.

 

4. Memproklamasikan adanya informasi keselamatanPendapat Saut, bahtera atau barisan yang elok umumnya menurunkan informasi keselamatan dan jalan masuk jalur evakuasi bila terjadi kecelakaan. "Penumpang harus benar-benar tahu lokasi emergency atau wilayah kumpul untuk mengambil life-boat atau kapal kano sambil memakai baju pelampung, " ucapnya.

 

5. Mencocokkan perusahaan pemilik kapalPelancong lebih baik mengecek industri pemilik bahtera melalui Internet sebelum lewat. "Mungkin berikut sedikit rumpil, tapi tidak kalah primer, " tuturnya. Biasanya, omongan dia, kongsi pelayaran ataupun pemilik kulit yang bagus cenderung terang memberikan informasi terkait dengan berbagai hal yang dapat diakses publik mengenai kapal itu. Hindari perusahaan yang tersembunyi memberikan informasi, misalnya menyengapkan kondisi kulit, yang kiranya dalam kondisi tidak sopan berlayar.